MAHALNYA BIAYA PERANG

November 11, 2013

Peresensi : Hasrul Harahap, SS, M.Hum
Penulis : Joseph E. Stiglitz, Linda Bilmes
Terbit : Februari 2009
Penerbit : Mizan
ISBN : 978-979-433-530-7
Halaman : 272 / HVS

Semoga bermanfaat bagi para pembaca

Invasi Amerika ke Irak pada 2003 telah mengirim kabar buruk bukan hanya bagi jutaan warga sipil Irak yang hingga kini hidup dalam kecamuk konflik atau empat ribuan keluarga tentara AS yang tewas disekujur negeri Abu Nawas itu. Tetapi juga buat warga AS yang harus merogo kocek membayar pajak demi membiayai perang yang tak pernah memiliki pembenaran itu. Presiden George Walker Bush yang menabuh gendering perangpun akan dikenang sebagai salah seorang presiden Amerikan Serikat yang penuh bercak darah. Selain menghabiskan triliunan dolar, Bush telah mengirim popularitas Amerika tersungkur di Negara-negara sekutunya. Buku Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Belmes ini secara khusus menyelidiki biaya yang dikeluarkan AS dan juga para sekutunya untuk perang Irak. Biaya yang ditanggung Departemen Keuangan AS dan itu berarti harus ditanggung pembayar pajak antara 1,7 triliun hingga 2,7 triliun dolar. Ditambah biaya “sosial” substansial yakni biaya-biaya yang tak tertangkap dalam anggaran pemerintah federal, tapi sebenarnya mencerminkan beban sesungguhnya yang dipikul warga AS berkisar antara 300 miliar hingga 400 milliar dolar AS. Total antara 2 triliun hingga 3,1 triliun dolar. Sama dengan 12 tahun biaya perang di Vietnam dan dua kali lipat dibandingkan dengan biaya perang di Korea.

Sudah banyak sekali, bahkan mungkin ribuan tulisan, komentar, pidato, analisis, editorial, buku, dan segala bentuk komunikasi massa lain, seperti demonstrasi, debat publik, dan lainnya yang membahas invasi Amerika di Irak dan Afghanistan. Sebagian besar warga dunia mengutuk, terutama agresi Amerika Serikat di Irak, kecuali sekelompok orang, perusahaan, Negara, atau organisasi yang diuntungkan atau merasa diuntungkan atau alasan lain. Termasuk dalam kelompok akhir ini adalah perusahaan-perusahaan minyak Amerika yang meraih tambahan miliaran dolar laba dengan naiknya harga minyak mentah dunia, kelompok neocon di sekitar Presiden George Bush yang percaya bahwa Amerika dengan kekuatan militer dan ekonominya harus mendominasi dunia, kelompok penyokong Zionisme Israel yang tidak menginginkan ada kekuatan saingan Timur Tengah, kelompok ekstrem kanan Amerika yang percaya bahwa Islam merupakan ancaman baru terhadap dominasi Barat pasca Perang Dingin.

Sekarang jelaslah bahwa invasi AS ke Irak adalah sebuah kesalahan yang sangat besar. Hampir 4.000 orang tentara AS telah tewas, dan lebih dari 58.000 lainnya terluka, cedera, atau menderita sakit parah. Sementara itu, 7.300 orang tentara terluka atau cedera atau menderita sakit parah di Afganistan. Seratus ribu orang tentara AS pulang dari medan pearang dengan menderita gangguan jiwa, sebagian besar di antaranya mengalami gangguan jiwa kronis. Sekalipun rezim Saddam Hussein menyedihkan, bagi rakyat Irak, kehidupan saat ini sebenarnya lebih buruk lagi. Kekacauan Irak telah menjadikan negeri itu sebagai magnet bagi para teroris dari segala kategori. Konsep yang menyatakan bahwa menginvasi Irak akan membawa demokrasi dan menjadi katalis dalam proses perubahan di Timur Tengah tampaknya sekarang ini tinggal khayalan belaka.

Buku terjemahan Perang Tiga Triliun Dolar yang ditulis oleh Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Blimes dan diterjemahkan oleh M. Rudi Atmoko tingkat keterbacaan merupakan persyaratan awal yang harus dimiliki seseorang untuk dapat menangkap dan memahami terjamahan yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Dikarenakan kalimat yang terdapat dalam buku terjemahan tersebut memiliki banyak kalimat kompleks seperti yang pembaca lihat terdapat pada hal 33 (Maka, akan benar-benar mengejutkan seandainya Amerika tidak bisa melibas militer Irak dengan cepat), hal 34 (Di Irak, pasukan AS dipandang sebagai penjajah daripada pembebas, sesuai dengan jajak pendapat yang menunjukkan bahwa 70% rakyat Irak menghendaki agar Amerika meninggalkan negerinya) , hal 35 (Satu-satunya perang dalam sejarah kita yang menelan biaya lebih banyak adalah Perang Dunia II, ketika 16,3 juta pasukan AS berperang selama empat tahun. Dari contoh diatas tersebut menurut hemat penulis bahwa kegemaran membaca dalam membaca buku terjemahan ini sangat diperlukan disebabkan karena banyaknya kalimat kompleks yang terdapat dalam buku tersebut. Itulah sebabnya, kesulitan memahami buku terjemahan dimana terdapat banyaknya kalimat kompleks memperlemah motivasi membaca. Dengan perkataan lain bahan bacaan tersebut mengandung keterbacaan yang sangat rendah. Disatu sisi, penulis melihat sukarnya memahami teks terjemahan ini tidak semata-mata karena hasil terjemahan tersebut begitu ilmiah tetapi penulis melihat bahwa pemaham pembacalah salah satu fakor mengapa pembaca sangat sulit memahami isi dari buku terjemahan karang Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Blimes tersebut. Faktor lain adalah kurangnya pemahaman si pembaca karena karya terjemahan tersebut merupakan naskah akademik ilmiah karena mungkin terdapat kata-kata ilmiah yang terkandung dalam terjemahan tersebut. Untuk itulah, cara yang sederhana dalam mengatasi kesulitan pembaca dalam menemukan kata-kata ilmiah tersebut adalah dengan melakukan pengulangan dalam membaca karya terjemahan tersebut. Tenyata persoalan kesulitan memahami isi terjemahan itu tidak sepenuhnya terpecahkan dengan membaca versi terbitan dalam bahasa Indonesia. Bahkan bagian-bagian tertentu lebih membingungkan karena terjemahannya tidak sesuai dengan apa yang dimaksud dalam bahasa aslinya. Seperti frasa yang terdapat dalam halaman 33 “is it really three trillion” diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah “perang berongkos 3 triliun dolar”.

Mahalnya Biaya PerangNampaknya inti permasalahannya sebenarnya tidak hanya terletak pada bahasa yang digunakan dalam terbitan aslinya tetapi juga isi buku itu mengandung konsep-konsep yang sangat teoritis dan ilmiah sehingga bagi pembaca pemula sangat sukar memahami teks terjemahannya seperti contoh kalimat berikut di halaman 40 The growing use of contractors in Iraq and Afghanistan doing everything from cooking and cleaning to servicing weapons systems and protecting U.S. diplomats has increased operational expenses far more than if we had relied solely on the Army (terjemahannya semakin banyaknya pemanfaatan tenaga kontrak di Irak dan Afghanistan yang mengerjakan segala sesuatu mulai dari memasak dan mencuci sampai perbaikan sistem persenjataan dan melindungi para diplomat AS, telah meningkatkan biaya operasional jauh lebih banyak dibandingkan andaikata kita hanya mengandalkan Angkatan Darat. Keterbacaan dan keterpahaman seorang pembaca sangat erat kaitannya dengan keadaan tulisan, menarik dan menyenangkan untuk dibaca oleh siapapun sehingga pesan yang akan disampaikan dalam terjemahan yang berjudul “Perang Tiga Triliun Dolar” benar-benar sampai kepada pembaca. Dengan demikian, tingkat keterbacaan suatu bahan terjemahan diukur dari pihak pembaca sejauh mana pembaca mampu memahami isi dari terjemahan tersebut. terjemahan yang menurut penulisnya sudah memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi berdasarkan indikator tadi belum tentu berdasarkan pembacanya karena memiliki tingkat inetelejensi yang berbeda-beda. Tingkat keterbacaan dan pemahaman buku terjemahan “Perang Tiga Triliun Dollar” dipengaruhi oleh kosa kata, struktur isi, isi kalimat yang dipergunakan. Masing-masing komponen hasil terjemahan diukur dan dinilai berdasarkan kriteria atau perspektif pembaca. Keterpahaman, atau dalam bahasa Inggris yang disebut (comprehensibility) berarti bahwa terjemahan yang dihasilkan dapat dimengerti dengan benar oleh penutur BSa atau tidak. Uji keterpahaman terjemahan buku ini terkait erat dengan masalah kesalahan referensial yang mungkin dilakukan oleh penerjemah. Kesalahan referensial adalah kesalahan yang menyangkut fakta, dunia nyata, dan proposisi, bukan menyangkut kata-kata.

Buku “Tiga Triliun Dolar” yang diterjemahkan oleh M. Rudi Atmoko menurut hemat penulis sangat sulit untuk dipahami bagi seorang pembaca pemula mengingat buku ini merupakan jenis buku ilmiah sehingga seorang pembaca pemula yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan wawasan internasional, politik, ekonomi dan sejarah yang baik akan sulit memahami buku terjemahan ini. Kemudian, struktur kalimat yang terdapat didalam buku terjemahan ini mengandung banyak unsur kalimat majemuk dan kompleks sehingga akan membuat seorang pembaca pemula sulit memahami wacana yang ada dalam sebuah teks atau kalimat. Buku terjemahan ini hanya terbatas untuk mereka yang mempunyai pemahaman wawasan internasional, politik dan ekonomi yang baik sehingga buku terjemahan ini menurut hemat penulis tidak sesuai dengan khalayak ramai mengingat buku terjemahan tersebut terbatas untuk kalangan tertentu. Meskipun demikian, terjemahan yang terdapat dalam buku ini mempunyai kwalitas terjemahan yang bagus dan ilmiah sehingga seorang pembaca pemula harus mempunyai pemahaman internasional yang cukup dalam memahami terjemahan makna yang terkandung dalam kalimat-kalimat terebut.

Buku yang ditulis oleh Joseph E. Stiglitz dan Linda. J. Bilmes merupakan hasil penelusuran yang cukup panjang tentang mahalnya ongkos perang dan merugikan pihak yang menjadi korban. Kemudian, buku ini perlu direnungkan oleh semua pemimpin dunia yang arif bahwa perang sering tidak menyelesaikan masalah. Perang bahkan menyisakan penderitaan dan biaya yang harus dibayar oleh beberapa generasi. Lebih-lebih lagi perang yang tidak adil dan mengabaikan hokum internasional. Seperti perang Irak terbukti mengakibatkan bencana kemanusiaan dan menghancurkan tatanan dunia yang beradab. Perang Irak dan Afganistan juga mengingatkan kita pada pelajaran lama yang dilupakan, betapun supernya kekuatan bersenjata suatu Negara, tidak selalu mudah menundukkan tekad perlawanan rakyat yang bergerilya untuk mempertahankan eksistensinya. Lebih dari sekedar kerugian ekonomi, invasi Amerika ke Irak adalah tragedi besar dengan ongkos kemanusiaan yang tak terhitung. Selamat membaca.

Peresensi adalah Peneliti di Canidate Center

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: