KAUM MUDA DAN KEPEMIMPINAN BANGSA

October 28, 2013

27 Oktober 2013 pukul 16:43Image

(Refleksi memperingati 85 tahun Hari Sumpah Pemuda)

Tahun 1908 lahir pergerakan rakyat yang terorganisir dan massif yang bernama Boedi Utomo. Pada awalnya bersifat kedaerahan (sukuisme), dasarnya keturunan sama (common descent),adat istiadat sama (common tradition), bahasa sama (common language), dan agama sama(common religión). Kemudian, pada fase berikutnya melahirkan yang dinamakan a common effort in a fight for political rights for individual liberty and tolerance (suatu usaha bersama dalam perjuangan untuk hak-hak politik, untuk kemerdekaan pribadi dan menghormati orang lain. Semangat nasionalisme tersebut, kemudian menjadi suatu state of mind, atau prinsip rohani, dimana kesetiaan dari individu dipersembahkan kepada negara, hingga tahun 20an pergerakan nasional telah berjiwa “Kebangsaan Indonesia” yang memuncak pada pertemuan Kongres Pemuda yang ke II pada tanggal 28 Oktober 1928. Tidak hanya itu para pemuda dari berbagai perkumpulan pergerakan pemuda di seluruh nusantara seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamaten Bond dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Celebes, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi membentuk panitia Kongres Pemuda II. Kongres ini bermaksud untuk menguatkan perasaan persatuan dan kebangsaan yang di masa itu telah hidup di dalam hati tiap-tiap pemuda Indonesia. Jadi tak begitu mengherankan apabila di dalam Kongres Pemuda ke II timbul kata-kata “Kemerdekaan”. Hasil kongres ini melahirkan manifestasi mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia, mengaku berbangsa satu Bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.Sumpah Pemuda ini menjadi tonggak persatuan Indonesia di Bumi Nusantara. Sumpah Pemuda menjadi tempat dasar yang tiga dan tujuan yang satu bagi rakyat Indonesia.

Lokomotif Perubahan

Pergerakan kaum muda Indonesia selalu tersimpul pada satu sejarah penting; Semangat Perjuangan. Semangat ini merupakan fundamental values dan mengandung energi serta daya dorong bagi pembaharuan. Semangat kepeloporan lahir dari sebuah kesadaran sosial; perubahan dan pembaharuan. Dengan semangat kepeloporan, sesuai bangunan psikologis yang kritis, kaum muda senantiasa berjalan di garda terdepan untuk mengambil prakarsa perubahan menuju kondisi masyarakat yang lebih progresif. Semangat kepeloporan kaum muda hakikatnya adalah etik perjuangan untuk menegakkan kebenaran fitrah manusia. Dan inilah yang menjadi tanggungjawab kaum muda terutama dalam membangun bangsa kedepan. Dalam konteks kekinian, kaum muda harus mampu membangun wacana perubahan yang bersifat kesinambungan dan menjadikannya sebagai anak kandung masyarakat yang mandiri, visioner dan mampu menjadi subyek sosial kapanpun diperlukan. Kritik paling keras terhadap kaum muda sekarang adalah soal ketidakpekaan kaum muda terhadap relasi politik dan kekuasaan. Sebagai lokomotif perubahan, eksistensi dan peran kaum muda kini banyak di pertanyakan. Dalam beberapa hal, peran dan fungsi kaum makin surut dan tergerus. Kiprahnya juga dinilai tidak bersentuhan langsung dengan dinamika kepemudaan secara kualitatif sehingga eksistensi kaum muda justru lepas dari tanggungjawabnya sebagai agen perubahan. Degradasi dan demoralisasi peran kaum muda disebabkan oleh banyaknya kaum muda yang alpa terhadap fungsi dan tanggungjawabnya. Dengan demikian kaum muda juga harus menjadi intelektual organik (Gramscian) yang berfungsi sebagai agen perubahan sosial yang tidak saja berkutat di menara gading sebagai pengamat dan penghasil teori sosial belaka, namun turut serta berproses dalam menggagas, merekayasa, dan melaksanakan perubahan sosial.

Kawah Candradimuka

Dalam sistem demokrasi yang kita anut, kepemimpinan tak diwariskan, dia harus direbut dan diperjuangkan. Beda halnya dalam sistem negara yang menganut sistem aristokrasi bahwa sirkulasi kepemimpinan politik dihubungkan dengan kerabat atau hubungan darah. Garis keturunan dalam konteks ini menjadi faktor utama untuk menduduki posisi kepemimpinan dan selalu mengabaikan kualitas individu semata. Inilah yang menyebabkan sirkulasi kepemimpinan terjadi terhambat sehingga terjadi hanya dilingkungan keluarga saja. Disamping itu demokrasi seyogiyanya harus berjalan linear dengan meritokrasi . kerhormatan untuk memegang kendali kepemimpinan diberikan hanya kepada mereka yang mempunyai segudang prestasi, sehingga dapat diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada khalayak ramai. Sehingga dalam konteks ini, kaderisasi kepemimpinan sebagai upaya yang direkayasa  untuk mendorong dan memacu potensi-potensi yang dimiliki kaum muda. Kaderisasi merupakan alat yang paling ampuh secara terencana dan sistematik sebagai kawah candradimuka  yang dapat memberikan jaminan mutu pemimpin berikutnya. Selanjutnya, Kaderisasi memiliki makna mendidik atau edukasi. Oleh karena itu, mengkader harus memberikan inspirasi kepada generasi baru agar memiliki wawasan dan kreativitas untuk melahirkan kondisi yang lebih baik. Kaderisasi yang dilakukan harus terukur dan tepat sasaran agar rutinitas pengkaderan yang dilakukan oleh organisasi pemuda tidak hanya menjadi program rutinitas balaka. Hadirnya kaderisasi dalam institusi atau lembaga di kepemudaan sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan jangan sampai terjadi krisisi kepemimpinan yang kemudian akan berimplikasi kepada keterpurukan bangsa akibat pemegang kendali kekuasaan tidak memiliki kualifikasi. Krisis kepemimpinan dapat dihindari dengan cara melakukan proses kaderisasi dengan tingkat akselerasi yang tinggi untuk mengejar berbagai ketinggalan yang ada. Kemudian kaderisasi juga memiliki peran yang sangat strategis untuk melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki visi bernegara yang dibangun diatas nilai-nilai kebangsaan dan kerakyatan.

Tantangan Ke-Indonesiaan

Tantangan Ke-Indonesiaan kita pada saat sekrang ini masih seputar nasionalisme. Nasionalisme Ke-Indonesiaan kita merupakan kuliminasi inspirasi kemerdekaan yang bersandar pada akumulasi pengalaman penjajahan Eropa. Meski begitu Soekarno mengingatkan kepada kita semua bahwa nasionalisme kita bukanlah nasionalisme borjuis atau nasionalisme keningratan. Nasionalisme borjuis bukanlah nasionalisme kemanusiaan, bukan nasionalisme yang ingin menyelamatkan massa, yang paling jauh hanya ingin Indonesia Merdeka saja dan tidak mau mengubah  susunan masyarakat sesudah Indonesia merdeka. Begitupun nasionalisme keningratan, menurut cita-citanya, dalam Indonesia merdeka itu merekalah yang harus menjadi “kepala” atau merekalah yang tetap harus menjadi kaum yang memerintah. Sosionalisme yaitu kerakyatan tulen dimana tercipta satu kerukunan rakyat, satu pekerjaan bersama daripada rakyat, satu kesamarasaan dan kesamarataan rakyat (Bung Karno, Mencapai Indonesia Merdeka, 2001). Untuk itulah, nasionalisme perlu terus dirawat dengan memberikan makna. Jika dahulu nasionalisme berfungsi sebagai pemersatu dan pendorong kemerdekaan maka saat ini harus dapat menjadi semangat untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa serta memupuk soliditas dalam mewujudkan keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kebangsaan dan nasionalisme yang diejawantahkan dalam patriotisme, cinta tanah air, membangun untuk berkesejahteraan dalam keadilan bagi seluruh masyarakat bangsa Indonesia.. kita membangun masyarakat majemuk yang ber-Bhineka Tunggal Ika, pengakuan dan penghormatan atas perbedaan dalam persatuan. Membangun masyarakat Indonesia yang ber-Pancasila, semakin beradab, berdaulat, bersatu, semakin makmur berkeadilan dan semakin maju sejajar dengan bangsa lain. Dari refleksi perjalanan sejarah pemuda yang dimulai pada tahun 1908, 1928, 1945,1965, 1966, 1974, 1998 hingga sekrang ini, pada dasarnya kesempataan dan peluang untuk terus menempuh kemajuan secara bersama-sama. Tetapi sering kali kita terjebak kedalam egosentrisme yang berlebihan sehingga lebih menitik beratkan terhadap sukuisme. Pemimpin dan kepemimpinan pemuda sangat diperlukan untuk melakukan inisiatif-inisiatif baru dan revitalisasi solidaritas kebangsaan. Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke 85 tahun.

*Penulis aktif di Lembaga Candidate Center

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: