INDONESIA 2050

December 27, 2011

semoga bermanfaat bagi para pembaca
terbit di Harian Waspada Rabu 14 Desember 2011

http://epaper.waspadamedan.com/

    Gagalnya Indonesia dalam bersaing di dunia internasional tidak terlepas dari krisis kepemimpinan nasional

    Kebangkitan ekonomi beberapa negara berkembang di dunia seperti China, India, Korea Selatan, Venezuela, Argentina, Iran dan masih banyak lagi negara berkembang lainnya, menandakan kepada kita bahwa tatanan ekonomi dunia sedang mengalami perubahan yang cukup fundamental. Perubahan dimana kekuasaan atau hegemoni global tidak lagi dimiliki oleh negara-negara miskin atau negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Kekuatan ekonomi baru dunia diindikasikan muncul dari negara-negara miskin atau negara yang berkembang pada saat sekarang ini yang mana pada mulanya negara tersebut mengalami keterpurukan ekonomi, krisis politik, dan perang saudara. Paling tidak, keberhasilan mereka menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru tidak terlepas dari perjuanan dalam merestrukturisasi maupun merevitalisasi internal negara mereka yang selalu mengedepankan jargon for the shake of national interest “Nasionalisme”. Satu hal yang tidak bisa dinaifkan dalam sejarah kebankitan negara ekonomi baru adalah peran penting dari seorang pemimpin atau kepala negaranya. Tidak bisa dipungkuri bahwa ketegasan dan keberanian para pemimpin negara-negara tersebutlah yang mendorong kemajuan dan kemandirian negara secara ekonomi dan politik. Perubahan tatanan ekonomi dunia ini secara tidak langsung juga menjadi antithesis dari apa yang selama ini diramalkan oleh Francis Fukuyama (2003) seorang warga Negara Amerika Serikat keuturunan Jepang yang berprofesi sebagai seorang yang ahli dibidang sosiologi. Dalam tesisnya yang kemudian dibukukan dalam sebuah karya yang berjudul “The End of History and The Last Man”, Francis Fukuyama meramalkan bahwa peradaban dunia ini akan berakhir dengan memposisikan sistem demokrasi liberal dan kapitalisme sebagai pemenangnya. Dalam tesisnya tersebut Fukuyama menekankan bahwa pemenang itu adalah Amerika Serikat yang kelak menjadi kekuatan terbesar dan menguasai dunia (unipolar). Pasca perang dunia II diakui memang kekuatan ekonomi dan militer negara kapitalis dalam hal ini Amerika Serikat menjadi keuatan yang dominan. Runtuhnya Uvi Sovyet pada tahun 1991 yang sekaligus menjadi penanda berakhirnya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Sovyet menjadikan Amerika Serikat sebagai satu-satunya negara superpower.

    Hegemoni Barat
    Dominasi kekuatan Amerika Serikat semakin dikukuhkan dengan penguasaan kenadali atas institusi-institusi ekonomi global yang dikenal dengan istilah institusi Bretton Woods seperti WTO, IMF, Bank Dunia. Neoliberalisme dan demokrasi liberal adalah dua ideologi yang diniscayakan untuk dianut oleh semua negara didunia. Jejaring Transnasional Cooperations (TNCs) dan Multinasional Cooperations (MNCs) dengan cepat juga telah tersebar diseluruh penjuru dunia. Melalui jejaring institusi-institusi ekonomi global dan juga jejaring TNCs/MNCs Amerika Serikat berhasil melakukan hegemoni ekonomi, politik, dan budaya untuk mengendalikan tatanan dunia. Dimulainya era globalisasi dibarengi dengan adanya perubahan sistem internasional, yang nyata melencengkan dari apa yang telah diramalkan oleh Fukuyama yaitu perubahan dari bipolar menjadi unipolar karena terjadi adalah justru perubahan dari bipolar menjadi multipolar., memang pada awalnya perubahan sistem internasional cenderung mengarah kepada sistem unipolar dengan Amerika Serikat sebagai pemimpin stabilitas hegemoni. Namun, kondisi ini mulai berubah arah dimana proses globalisasi justru menyebabkan terjadinya peningkatan interdependensi antar negara sehingga sistem internasional berubah arah menjadi sistem yang multipolar. Ini bisa dilihat dari mulai bermunculannya gelombang regionalisme yang dimotori oleh penyatuan masyarakat Ekonomi Eropa ke dalam satu komunitas ekonomi dan politik regional yaitu Uni Eropa. Dalam hal ini Samuel P. Huntington dalam tesis terbesarnya yang berjudul “The Clash of Civilization, and the Remaking New World Order”, mendeskripsikan secara rinci perubahan tata dunia pasca perang dingin, termasuk kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa saja terjadi dalam konstelasi politik global yang sedang berlangsung dan akan terjadi. Menurut Huntington setelah perang fisik dan ideologi berakhir maka dalam jangka waktu kedepan perang yang akan terjadi adalah perang antar peradaban dan bukan lagi perang antar negara dan seterusnya. Runtuhnya Uni Sovyet justru akan melahirkan kekuatan-kekuatan baru dimana negara-negara bekas Uni Sovyet yang berhaluan Islam seperti Aljazair, Turkmenistan, Uzbekistan, Afghanistan dan sebagainya kembali pada Islam. Dari berpuluh-puluh kekuatan dunia yang ada Huntington kemudian membaginya secara garis besar yakni kekuatan pertama kapitalisme Amerika kedua kekuatan China dan yang ketiga kekuatan Islam.

    Kebangkitan Ekonomi
    Bagi Indonesia kebangkitan ekonomi negara-negara yang masuk dalam kategori kekuatan ekonomi baru saat ini harus mampu disikapi secara positif. Artinya Indonesia harus bisa belajar dari keberhasilan-keberhasilan tersebut. Indonesia sebagai salah satu negara yang berkembang pada dasarnya mempunyai peluang yang sama dengan negara lain untuk bisa maju seperti China, India, Korea Selatan dll. Tidak ada salahnya jika Indonesia sejak dini belajar dari keberhasilan negara-negara tersebut. Semangat nasionalisme yang menjadi spirit negara-negara tersebut membuktikan mampu menghantarkan mereka menjadi kekuatan besar yang mengancam dominasi negara-negara maju dalam ekonomi dunia. Selama ini masyarakat Indonesia belum menemukan pemimpin yang berhasil memberikan kesejahteraan yang diinginkan. Sosok pemimpin kita saat ini masih bermental terjajah. Artinya, para pemimpin itu tidak mempunyai keberanian untuk mengatakan “ini hak rakyat dan untuk rakyat” sebagaimana dulu keberanian yang dimiliki Bung Karno yang dengan lantang mengatakan “go to hell with your aids” kepada Amerika Serikat. Gagalnya Indonesia dalam bersaing di dunia internasional tidak terlepas dari krisis kepemimpinan nasional yang selama ini terjadi, dimana para pemimpin bangsa yang notabene dari kelompok tua (gerontokrasi) tidak berhasil mengambil langkah progresif dan berani melepaskan diri dari cengkraman kapitalisme dan imperialisme global. Rakyat yang seharusnya dibela dan diperjuangkan hak-haknya justru malah ditindas. Negara dalam hal ini sebagaimana pendapat Lenin adalah penjelmaan dari alat kepentingan para borjuis/kapitalis.

    Indonesia Kedepan
    Seiring bermunculannya integrasi regional dibeberapa kawasan seperti di Eropa, Asia dan Amerika Latin, menyebabkan hegemoni dan dominasi Amerika Serikatpun mulai melemah. Tatanan ekonomi dunia yang selama ini dibawah kendali Amerika Serikat perlahan mulai diambil alih oleh kekuatan-kekuatan ekonomi baru. Dalam hal ini dua lembaga terkenal yaitu Goldman Sach dan Price Water House Coopers (PWC) memprediksikan bahwa peta kekuatan ekonomi dunia akan berubah dimana kekuatan-kekuatan ekonomi baru akan mendominasi dan menggeser kekuatan ekonomi lama. PWC sendiri membuat prediksi berjudul “The World in 2050”, pada Maret 2008 lalu. Disana dituliskan ada kelompok negara yang disebut E-7 The Emerging Seven yang terdiri dari tujuh negara berkembang yakni China, India, Brasil, Rusia, Indonesia, Meksiko dan Turki. Kelompok E-7 ini diprediksikan akan melampaui kekuatan ekonomi negara-negara G-7 sekarang, pada tahun 2050 kelak. Meskipun targetan dari kedua prediksi tersebut masih lama yakni sekitar kurang lebih 40 tahun lagi, namun tanda-tanda kebangkitan kekuatan ekonomi baru sudah dapat dilihat. Meredupnya hegemoni dan dominasi Amerika Serikat semakin diperparah dengan terjadinya resesi ekonomi yang menggoncang perekonomian negaranya. Krisis Subcrime Mortage akibat kegagalan pembayaran kredit perumahan di AS dan naiknya harga minyak dunia diatas 100 USD perbarel disebut-sebut menjadi penyebab ambruknya perekonomian AS.

    *Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta dan Peneliti di Candidate Center

One Response to “INDONESIA 2050”

  1. Download Kumpulan Contoh Makalah Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: