Pergerakan Bola & Umpan Bola di Pilpres 2009

May 29, 2009

PERGERAKAN BOLA DAN UMPAN BOLA DI PILPRES 2009

Hasrul Harahap

Pilres '09

Pilres '09

Mengingat pemilihan presiden (President Election) yang semakin dekat yang diadakan pada tanggal 08 Juli 2009 mendatang, para kandidat presiden mengeluarkan manuver politik (Politic Maneuver) dengan menawarkan konsep ekonomi kerakyatan yang sangat apik untuk menarik simpatisan darin konstituen untuk meraup suara sebanyak-banyaknya di pentas demokrasi yang tinggal hitungan detik.

Pergerakan partai politik (Politic Party of Movement) pemenang pemilu telah melakukan gerakan yang cepat dan tepat untuk memenangkan pilpres ini dengan segala kemampuan yang memadai. Banyak cara yang dilakukan para kandidat pilpres untuk mencari perhatian publik baik itu dengan media massa terlebih dengan media elektronik dan bahkan ada kandidat yang saling serang untuk melemahkan satu kandidat dengan kandidat yang lainnya (Black Campaign).

Seperti yang kita ketahui, ada tiga kandidat yang bertarung dalam pentas demokrasi nanti, mereka adalah Susilo Bambang Yudhoyono sebagai incumbent yang diduetkan dengan Boediono yang didukung oleh partai demokrat yang kedua adalah Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Wiranto yang didukung oleh Partai Golkar dan Hanura dan terakhir adalah Megawati Soekarno Putri yang diduetkan dengan Prabowo yang didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Neoliberalisme adalah salah satu isu yang aktual (Hot Issue) yang selalu tampil dimedia massa dan elektronik dan ada indikasi bahwa ekonomi kerakyatan akan digiring ke ekonomi liberal yang mana sistem ekonomi liberal   sepenuhnya diserahkan ke hukum pasar. Neoliberalisme merupakan momok yang menakutkan dikalangan masyarakat baru-baru ini dan Istilah (Terminology) ini sangat populer di abad 19 dan istilah ini sama populernya dengan istilah komunisme dan kapitalisme bahkan peranan Negara dibawah kontrol hukum pasar.

Ada beberapa faktor masuknya Neoliberalisme ke Indonesia, Pertama adalah masuknya perusahaan internasional di Indonesia seperti MNC (Multinasional Coorperation) yang mana perusahaan ini memegang saham yang terbesar dan memiliki peranan penting dalam dunia industiralisasi dan tehnologi. Kedua, adalah pernanan organisasi internasional dalam hal ini International Monetary Fund (IMF), World Bank (WB) dan World Trade Organization (WTO) dalam memainkan peranan pasar atau kebijakan global dan organisasi inii mempunyai dana yang cukup besar dalam melakukan kegiatan ekonomi dan sasaran empuk dari organisasi internasional adalah Negara yang sedang berkembang (Development Country).  Pasar diberikan kepercayaan sepenuhnya dalam mengelolah aktifitas ekonomi tanpa interpensi dari pemerintah, pemerintah tidak boleh ikut campur dalam menentukan arah kebijakan pasar dan hukum pasarlah yang berlaku dalam menentukan transaksi ekonomi.

Oleh sebab itu, bagaimana para kandidat capres dan cawapres mengkampanyekan visi dan misi dengan bahasa yang luges dan mudah dipahami oleh rakyat, agar rakyat mudah mencerna apa yang disampaikan oleh calon pemimpin bangsa ini. Sehingga bagaimana para capres dan cawapres mudah memahami apa maunya rakyat, bukan memahami apa maunya elit politik sehingga ada komunikasi yang massif antara yang pemimpin yang dipimpin. Para capres dan cawapres setidaknya harus menjemput bola untuk mengambil simpati rakyat tetapi tidak hanya mengkampanyekan jargon kosong tentang konsep ekonomi untuk mengambil simpati publik. Sementara umpan bola yang dilakukan oleh partai politik seyogiyanya tidak bersifal partial tetapi harus bersifat sistematis dan terukur, rakyat tidak hanya dibuat sebagai obejek politik tapi bagaimana rakyat dibuat sebagai subjek politik dalam dinamika politik sekarang ini. Rakyat akan memilih secara selektif mana pemimpin yang benar-benar memperjuangkan nasib rakyat karena hanya pemimpin yang dekat kepada rakyatlah yang mengetahui bahasa rakyat. Apabila salah kandidat capres tidak menjemput bola dalam hal ini maunya rakyat, maka para capres akan tertinggal satu step dengan capres yang tahu maunya rakyat. Maka, timbul pertanyaan yang sangat sederhana? siapakah capres yang sekarang ini yang dekat dengan rakyat? Mungkin publik yang bisa menilai.

Penulis adalah Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Periode 2008-2010 Bidang Kesekjenan

One Response to “Pergerakan Bola & Umpan Bola di Pilpres 2009”

  1. redaksi said

    CAPRES DAN CAWAPRES MULAI SALING SERANG

    Hardikan, kecaman, hinaan mulai dilakukan para capres dan cawapres. Tim sukses pun tak mau ketinggalan, mulai melancarkan aksi balasan.

    Mendengar kata demi kata aksi tersebut, hati serasa miris jadinya. mereka saling memburukkan, membingungkan saling serang mempertontonkan pola kampanye yang tidak sehat.

    Sempitnya fikiran tim sukses pemenangan capres dan cawapres tentang strategi dan karakter calon yang diusung semakin terlihat jelas. Mereka tidak menjelaskan kepada publik apa visi dan misi capres dan cawapresnya. Yang terjadi saling serang, saling memburukkan, debat kusir. Semua yang dilakukan justru akan semakin memperparah keadaan.

    Dalam mata khayal, terbayang bagaimana jika budaya saling menyerang ini berimbas ke tingkat bawah. Semua bisa menimbulkan gesekan antar simpatisan calon. Yang kalah akan terjajah, marah, sehingga menimbulkan tawuran antar pendukung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: