Rembug Politik untuk Indonesia Ku

April 27, 2009

Baru beberapa hari kita semua menyaksikan dan merasakan pesta demokrasi lima tahunan bangsa Indonesia (Pemilu Legislatif 2009). Ada beberapa hal yang semestinya menjadi refleksi dan langkah solutif anak bangsa dalam menapaki kemelut yang dihasilkan pada pemilu legislatif 09 april 2009. Banyaknya problem yang terjadi di internal KPU dan kurangnya kesadaran semua kelompok (warga negara) tentang pentingnya pemilu yang baik dan berkualitas, serta terbukanya kritikan seluruh komponen diluar KPU membuat persoalan bukan menghasilkan solusi kongkrit akan tetapi malah merunyamkan persoalan yang semestinya harus dan bisa diselesaikan.
Belum adanya figur nasional (tokoh-tokoh nasional yang berjiwa negarawan) yang tampil dalam keruhnya persoalan politik bangsa Indonesia saat ini membuat kekhawatiran beberapa kalangan tentang situasional politik Indonesia pasca pemilu 09 april 2009 semakin hangat dan mengarah pada konflik vertikal dan horizontal.
Beberapa fakta dilapangan yang bisa mengarah menjadi pemicu konflik adalah;
1. Banyaknya pemilih yang tidak terdaftar di DPT akibat tidak adanya sensus penduduk terbaru sebagai landasan pemutahiran data terbaru pemilih tetap pada proses pemilu saat 2009
2. Surat suara antar dapil saling tukar (Lampung, Kalimantan Selatan, Banten dan tempat yang lainnya)
3. Surat suara rusak dan basah dibeberapa daerah pemilihan
4. Terjadinya pemilu ulang Di Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur,dan Lampung.
5. Sistem pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu cenderung lamban dan belum maksimal (anggota team panwas masih sangat kurang, dan sistem manajemen pengawas masih rendah)
6. Partai politik yang tidak taat aturan main pemilu (politik uang, aturan kampanye ditabrak)
7. Kesadaran menerima kekalahan belum ada pada beberapa partai politik.
Dari fakta di atas, jika tidak terkomunikasikan dan dipertemukan akar masalahnya maka problem yang telah dikemukakan di atas bisa menjadi ancaman keutuhan dan stabilitas Indonesia. Tentu problem ini patut dihindari agar pemilu yang dilaksanakan bisa berjalan sesuai dengan harapan kita semua dalam suasana gembira, merdeka, dan penuh harapan baru dalam membangun bangsa indonesia yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: